baut jangkar
Ada berbagai klasifikasi baut jangkar, antara lain baut jangkar tetap, baut jangkar bergerak, baut jangkar muai, dan baut jangkar terikat. Menurut bentuknya, dapat dibagi menjadi baut tertanam berbentuk L, baut tertanam berbentuk 9, baut tertanam berbentuk U, baut tertanam dilas dan baut tertanam pelat bawah. Berbagai jenis baut jangkar memiliki karakteristik dan skenario penerapannya masing-masing, misalnya baut jangkar tetap biasanya digunakan untuk memperbaiki peralatan tanpa getaran dan guncangan yang kuat, sedangkan baut jangkar bergerak digunakan untuk memperbaiki mesin dan peralatan berat dengan getaran dan guncangan yang kuat.
Dalam produksi baut jangkar, perlu menyiapkan baja yang sesuai, seperti baja karbon, baja tahan karat atau baja paduan, dll., dan menjalani perlakuan panas, pencetakan tempa, pemesinan, perawatan permukaan, dan proses lainnya. Diantaranya, penempaan adalah menekan baja menjadi baut jangkar dengan bentuk tertentu, sedangkan perawatan permukaan untuk menjamin keawetan baut jangkar serta mencegah oksidasi dan korosi.
Saat memasang baut jangkar, metode pra-penyematan atau metode grouting sekunder dan penyematan pada lubang yang disediakan dapat digunakan. Cara tertanamnya adalah dengan mengubur baut jangkar langsung ke dalam beton, yang cocok untuk menara, kontainer tinggi, dll.; Metode grouting sekunder dan penyematan lubang cadangan adalah dengan membuat lubang pada peralatan, memasang baut jangkar, lalu memasang dan memasang, yang cocok untuk peralatan statis seperti bejana horizontal dan penukar panas.
Secara umum, baut jangkar banyak digunakan pada infrastruktur seperti rel kereta api, jalan raya, tenaga listrik, pabrik, pertambangan, jembatan, tower crane, struktur baja bentang panjang dan bangunan besar, dan perannya adalah untuk menjamin stabilitas dan keamanan bangunan atau peralatan.

